Rabu, 09 November 2011

Empal Gentong

Kuliner yang dibilang wajib di Cirebon adalah Empal Gentong. Semenjak acara wisata kuliner ramai di stasiun televisi maka naiklah pamor makanan khas cirebon ini dan semakin banyak yang menjajakan. Yang paling terkenal sih katanya Mang Darma, cuman kali ini saya dibawa makan di Ibu Darma. Gak tahu si hubungan mereka apa, cuman karena nama Mang darma sudah identik dengan Empal Gentong maka sekarang banyak yang buka rumah makan empal gentong dengan embel-embel Putra mang darma, cucu mang darma, dll mungkin juga ntar mantan pembokat mang darma buka dengan nama "Pembokat Mang Darma" hehehe...
Kalau Bu Darma ini dekat hotel Santika Cirebon, kalau nginap di hotel pakai becak aja, murah meriah Rp.5000 udah diantar sampai tujuan. Tempat makannya cukup besar untuk menampung orang banyak. Sampai di tempat bisa mesan isi empal gentong sesuai keinginan, mau pakai daging saja atau plus jeroan sesuai keinginan. Hati, babat, usus, paru? you named it they make it. Saya pribadi bukan pecinta jeroan jadi cukup pesan isi daging saja.
Dulu waktu dengar nama empal gentong pikir saya daging empal goreng yang disajikan dalam gentong gitu. Tapi ternyata salah, empal gentong cirebon lebih mirip kari dengan kuah encer. Di Bu Darma kuah empal gentongnya cukup kerasa nendang bumbunya, pas ga berlebihan. Ramuan rempah-rempahnya kerasa segar di lidah, gak kerasa semangkok empal gentong dan semangkok nasi plus kerupuk rambak di meja ludes. Worth to try la kalau ke cirebon.
Yang agak menggangu waktu makan adalah banyak pengamen dan pengemis yang wara wiri disini, jadi kudu sedia recehan deh.

2 komentar:

Feby Anggra mengatakan...

Makan tahu gejrot, Han. Nasi lengko. Terus main ke toko kue Ruby. Kue lapisnya mahal, tapi uenak. :P
(kok jadi laper gue.)

Handry Carlos mengatakan...

Ruby emang mahal sih, tapi untuk roti gw lebih suka yang di La Palma Feb