Senin, 26 Maret 2012

Salah Kaprah Alat Kejut Jantung

Ilustrasi :
Mobil ambulans tiba di depan ruang igd, dari dalam mobil seorang pria tua diturunkan lalu dibawa masuk ke dalam ruang igd. Seorang wanita yang turut turun dari ambulans berteriak memohon "dokter tolong selamatkan suami saya, tolong lakukan apa saja".

Segera brankar didorong ke ruang perawatan. Perawat memasang infus, selang oksigen dan EKG, alat rekam jantung. Dokter yang sedang melakukan tindakan resusitasi melihat ke monitor EKG yang menunjukan garis datar, pertanda jantung pasien telah berhenti berdetak. "Siapkan defibrilator" perintah dokter, dan perawat segera membawa defibrilator, alat kejut jantung.

Gel bening dioleskan ke dada pasien. Lalu dokter memberi aba-aba "200 joule, all clear??"
"Clear!!" Jawab para perawat serentak, pertanda tidak ada seorangpun yang menempel ke pasien maupun ranjang pasien. Dan segera selepas itu kedua bilah alat kejut jantung yang berbentuk seperti sepasang setrika ditempelkan dokter ke dada pria tua itu. Pria itu kemudian kejang sejenak lalu lunglai. Monitor EKG masih menunjukan garis datar. Dokter melanjutkan tindakan resusitasinya "360 joule, all clear??" "Clear!!" Lalu pria tua itu dikejutkan untuk kedua kalinya.

Setelah itu semua diam menatap ke monitor EKG. Garis yang muncul masih datar. Harapan selamat seakan sirna. Namun beberapa saat kemudian monitor ekg mengeluarkan bunyi "beep", garis datar itu berubah menunjukan ada aktivitas jantung. Dokter pun menginstruksikan perawat untuk memasukan obat lewat selang infus kemudian meninggalkan ruang tindakan, menemui istri pria tua itu untuk mengabarkan kalau masa kritisnya sudah lewat.
- end of ilustration

Gambaran di atas sering anda lihat pada film maupun sinetron. Yang mungkin membuat takjub, "wah hebat ya disetrum jantungnya bisa hidup lagi", kira-kira begitu pemikiran anda saat melihat adegan seperti ilustrasi di atas. Sehingga teman saya pernah diprotes keluarga pasien karena tidak melakukan tindakan defibrilasi pada pasien henti jantung. "Disetrum dok kaya di film2 itu biar hidup lagi"

Sayangnya manusia bukan frankenstein. Dan alat kejut jantung bukan ditujukan untuk membuat jantung yang berhenti berdetak (monitor ekg menunjukan gari datar) agar bisa kembali berdetak. Banyak orang salah sangka akan fungsi alat ini karena sering melihat gambaran yang salah di media film atau sinetron.

Merujuk ke nama aslinya "Defibrilator" berasal dari dua kata "De" yang berarti menghilangkan, dan "fibrilator" yang berarti getaran. Normalnya jantung manusia berdetak 60-90 kali per menit sehingga dapat memompa darah dengan adekuat jika beraktivitas bisa bertambah cepat hingga 150 kali per menit.

Nah kadang ada kondisi medis yang menyebabkan jantung berdetak sangat cepat, bisa lebih dari 200 kali per menit sehingga jantung tidak lagi memompa melainkan hanya bergetar saja (fibrilasi). Nah dalam keadaan inilah alat defibrilator akan digunakan dokter untuk me"reset" kelistrikan jantung sehingga diharapkan sehabis itu detak jantung kembali normal. Alat defibrilator tidak bisa digunakan pada jantung yang telah berhenti total (monitor ekg menunjukan garis datar) agar bisa kembali berdetak.

Demikian artikel singkat ini, kiranya berguna menambah wawasan kita. Be healthy and smart.

Senin, 19 Maret 2012

Q & A : Obat Flu Yang Aman

Media_httpcbsdallasfi_xltwk

Q : Kalau Obat Flu yang aman apa dok? (Yuna~ Miliser Readers Digest Indonesia)

Q and A : Paracetamol / Panadol

Media_httptopnewsnetn_mzyqi

Q : Panadol obat penghilang sakit kepala ya, tapi katanya panadoll bisa menyebabkan stroke. Benarkah Dok?

 

A : Wah blom lihat literatur yang menghubungkan panadol dengan stroke. Sejauh yang saya tahu panadol (isinya paracetamol) adalah analgesik (penghilang nyeri) serta antipiretik (penurun panas) yang paling aman. Tidak mengiritasi lambung, sangat jarang sekali menimbulkan alergi. Oleh karena itu penggunaannya sangat luas mulai dari bayi sampai lansia. Hanya kekurangan paracetamol ia bersifat toxic (racun) bagi hati(liver) dalam dosis sangat tinggi , tentunya aman selama meminum obat ini sesuai dosis.

Temannya paracetamol yaitu aspirin malah berguna sebagai pengencer darah. Menurunkan angka kejadian serangan jantung dan stroke dalam konsumsi rutin. Hanya kekurangan aspirin ia bersifat asam, mudah mengiritasi lambung. Tidak dianjurkan bagi penderita maag/gastritis.

Jumat, 13 Januari 2012

Hatonyo Beach, My own little Adventure

Akhir 2011, Saya menyempatkan diri menjelajah bagian Pulau Saparua yang belum pernah saya pijak. Penjelajahan ini pun dilakukan tanpa terencana, benar-benar penjelajahan impulsif saya. Siang itu saya sekedar berkunjung ke rumah teman lama saya Jimpat (twitter : @jpattia) di negeri Booi. Negeri Booi yang terletak di ujung selatan Pulau Saparua, adalah desa yang sejuk karena terletak di dataran tinggi. Saya harus memarkir mobil di pintu masuk negeri ini, karena tidak ada akses bagi kendaraan bermotor. Jalanan dalam negeri ini semuanya bertangga-tangga, seperti yang terlihat di foto di bawah.

Img_3794

Rejected

Img-20120112-00001

2 hari yang lalu datang juga amplop putih itu. Amplop putih yang menandakan saya tidak lolos seleksi beasiswa ADS untuk S2 Public Health ke australia. Ga kaget juga si karena sejak desember kemarin amplop coklat tak kunjung jua mampir ke rumah, jadi sudah bisa mengira-ngira "gw gagal nih kali ini".

Dalam surat itu ternyata ada 4000 lebih pendaftar beasiswa periode ini. Dan hanya 400 posisi yang ditawarkan, itu juga harus sama rata porsi cowok dan cewek. Yah sedikit down si, pertama kali mencoba dan langsung ditolak. Saat satu pintu tertutup, robohkan saja dindingnya.... Eh salah ya :D . Langkah berikutnya kembali ke plan A, mencoba seleksi PPDS di UI. Semoga keberuntungan dan kesuksesan menyertaiku kali ini. Keep Trying and never give up! I telled myself.

Sabtu, 31 Desember 2011

Tradisi Tahun Baru

Setiap keluarga punya tradisi masing-masing dalam merayakan tahun baru. Saya mau bercerita sedikit beberapa tradisi yang dijalankan dalam keluarga kami yang umumnya dijalanakan juga dalam keluarga keturunan tionghoa lainnya. Lazimnya tradisi ini dijalankan saat tahun baru imlek, namun saat malam tahun baru masehi juga tetap kami jalankan.

1. Menyalakan Lampu

Pada saat malam tahun baru, seluruh lampu di rumah harus dinyalakan, tidak boleh ada bagian yang gelap. Dulu biasanya lampu dinyalakan sampai pagi. Namun sekarang karena harus Go Green, maka semua lampu hanya dinyalakan saat pas pergantian tahun selama lima menit selanjutnya hanya yang perlu saja yang dibiarkan tetap menyala. Menyalakan lampu lampu menandakan kami berharap pada tahun baru ini sepanjang tahunnya jalan kehidupan kami akan tetap terang, tidak dirudung kemalangan.


2. Tidak Boleh Menyapu Rumah

Ada pamali menyapu rumah selama hari tahun baru jadi tanggal 31 adalah terakhir kami boleh bersih bersih rumah. Kata orang tua hal ini dilakukan agar tidak ada hoki yang terbuang tahun depan. Sebenarnya sih mungkin karena malas aja yah capek habis pesta tahun baruan semalam suntuk :)

 
3. Memberikan AngPao

Kalau yang ini semua pasti suka ya. Tapi ternyata ada aturannya loh dalam memberikan angpao ini. Yang boleh memberikan angpao hanyalah anggota keluarga yang sudah menikah, dan yang boleh menerima yaitu mereka yang belum menikah. Selain itu, jumlah uang yang dimasukan ke dalam angpao, angka depannya tidak boleh ganjil, harus genap. kalau yang ini saya tak tahu kenapa.


4.Mempersembahkan Rejeki Pertama Yang Didapat Tahun Ini

Setelah melangkah di hari pertama tahun yang baru, berapapun rejeki yang pertama kali didapat di tahun baru akan disisihkan seluruhnya sebagai persembahan di rumah ibadah. Menurut ibuku hal ini dimaksudkan agar kita ingat semua rejeki yang kita dapat itu hanya titipan Tuhan semata. 

 

5. Membunyikan Petasan

Petasan pertama kali ditemukan di cina dan kemudian dibawa oleh marco polo ke eropa. Membunyikan petasan tak hanya dilakukan saat Malam Tahun baru tapi juga saat pernikahan. Konon bunyi pekak dari petasan mampu membuat takut setan sehingga mereka lari terbirit birit meninggalkan rumah kita.


6. Makan Mie Sama sama

Tradisi Makan bersama adalah satu hal yang tidak pernah terlepas dalam budaya tionghwa. Makan bersama sama keluarga sambil ngobrol membuat suasana makan menjadi makin lahap. Satu satunya menu yang wajib ada dan wajib dimakan semua orang adalah Mie. boleh mie goreng atau mie kuah pun tidak masalah. Kalau ada yang ulang tahun, makan mienya tidak boleh putus saat dimasukan dalam mulut, harus diseruput sampai habis kemudian baru boleh dikunyah.

Demikian sedikit kebiasaan keluarga tionghwa dalam merayakan tahun baru, bisa ada perbedaan kecil maupun besar mengingat banyaknya suku dalam bangsa tionghwa namun pada umumnya maksud dan tujuannya sama.

 

Selamat Tahun Baru 2012

Timba Laor

Setahun sekali di perairan pulau Saparua (juga di ambon dan kepulauan lease disekitarnya) Pada saat hari ketiga setelah bulan purnama di bulan maret akan muncul cacing laut. Penduduk setempat menamai cacing ini Cacing Laor. Dalam bahasa indonesia cacing ini lebih dikenal sebagai cacing Wawo atau nama ilmiahnya yang keren adalah Eunice viridis. Species sejenis juga muncul di daerah Nusa tenggara dan lebih dikenal dengan nama Nyale dan dirayakan secara meriah di sana.
Kegiatan menangkap Laor disebut sebagai timba laor. Alat yang digunakan pun sederhana saja, semacam jaring yang dipasang pada rangka segitiga. Tahun 2011 Timba laor jatuh pada tanggal 23 maret. Saya mengikuti perahu semang keluarga Matulessy pada kegiatan timba laor waktu itu.
Habitat hidup cacing Laor adalah pantai yang berbatu batu yang bersih. Menurut pengakuan Om Matu jumlah Laor dari tahun ke tahun makin sedikit. Hal ini mungkin disebabkan pencemaran laut di saparua yang meningkat mengingat masyarakat masih suka membuang sampah ke laut.

Senin, 28 November 2011

Q and A : Radang Amandel / Tonsilitis

Q : Dear all,
Anak saya baru berumur 4,5 tahun
Amandelnya sudah terlihat besar sekali
Mengakibatkan batuk dan pilek yang sering kambuh

Kata dokter sih kalo mau tuntas ya diangkat amandelnya
Tapi nunggu usianya 5taun ke atas

Rekan2 milis ada yang punya pengalaman seperti saya?
Lalu ada ga ya obat/ramuan tradisional buat mengecilkan amandel, jadi ga perlu diangkat

Mohon pencerahan

Rabu, 09 November 2011

Empal Gentong

Kuliner yang dibilang wajib di Cirebon adalah Empal Gentong. Semenjak acara wisata kuliner ramai di stasiun televisi maka naiklah pamor makanan khas cirebon ini dan semakin banyak yang menjajakan. Yang paling terkenal sih katanya Mang Darma, cuman kali ini saya dibawa makan di Ibu Darma. Gak tahu si hubungan mereka apa, cuman karena nama Mang darma sudah identik dengan Empal Gentong maka sekarang banyak yang buka rumah makan empal gentong dengan embel-embel Putra mang darma, cucu mang darma, dll mungkin juga ntar mantan pembokat mang darma buka dengan nama "Pembokat Mang Darma" hehehe...
Kalau Bu Darma ini dekat hotel Santika Cirebon, kalau nginap di hotel pakai becak aja, murah meriah Rp.5000 udah diantar sampai tujuan. Tempat makannya cukup besar untuk menampung orang banyak. Sampai di tempat bisa mesan isi empal gentong sesuai keinginan, mau pakai daging saja atau plus jeroan sesuai keinginan. Hati, babat, usus, paru? you named it they make it. Saya pribadi bukan pecinta jeroan jadi cukup pesan isi daging saja.
Dulu waktu dengar nama empal gentong pikir saya daging empal goreng yang disajikan dalam gentong gitu. Tapi ternyata salah, empal gentong cirebon lebih mirip kari dengan kuah encer. Di Bu Darma kuah empal gentongnya cukup kerasa nendang bumbunya, pas ga berlebihan. Ramuan rempah-rempahnya kerasa segar di lidah, gak kerasa semangkok empal gentong dan semangkok nasi plus kerupuk rambak di meja ludes. Worth to try la kalau ke cirebon.
Yang agak menggangu waktu makan adalah banyak pengamen dan pengemis yang wara wiri disini, jadi kudu sedia recehan deh.

Soto Lamongan Von Cirebon

Mumpung lagi di cirebon yuk kita bahas kuliner apa saja di cirebon. Salah satu tempat makan yang sering didatangi kalau aku ke cirebon adalah Soto Ayam Lamongan, terletak di jalan Kembar, dekat Stasiun Perujakan Cirebon.
Soto Ayam disini kuahnya bening. Biasanya aku cukup pesan soto ayam setengahan dengan nasi dimasukan dalam soto. Bisa juga minta nasinya dipisah kalau tidak hobi makan nasi basah. Kuah panas sotonya wangi menggugah selera. Biar tambah afdol tambahin jeruk peras, sambal dan kecap sesuai selerah plus kerupuk. Soal rasa sih lumayan enak lah tidak mengecewakan. Harganya juga gak mahal, semangkok soto nasi setengahan plus teh hangat dibandrol Rp.8000 saja.
Yuk jalan-jalan ke cirebon :)

Kamis, 29 September 2011

I Will

Krisna_chandrawisika

Found this as my friend @sinyonggogos BBM profile pic and it's kinda inspire me again.

Rabu, 21 September 2011

Danamon Simpan Pinjam cabang Saparua

Hari Senin 19 September 2011 Bank Danamon Simpan Pinjam cabang Saparua resmi dibuka. Ini adalah bank ke 3 yang beroparasi di Pulau Saparua setelah sebelumnya ada bank BPDM dan BRI di sini. Semoga dengan bertambahnya satu lagi bank menunjukan bahwa pertumbuhan ekonomi pulau ini sedang membaik.

Rabu, 24 Agustus 2011

Musim Durian

Akhir musim penghujan, sepanjang July-Agustus adalah musim duren di
Saparua. Benar-benar surga bagi pecinta duren. Harga durian mulai dari
5000an per buah. Durian di Saparua bukan hasil perkebunan melainkan
hasil hutan. Jadi boleh dikatakan durian organik (tanpa pupuk, tanpa
pestisida). Rasa durian bervariasi mulai dari yang manis legit sampai
agak pahit karena tinggi kandungan alkoholnya. Menurut saya pribadi
lebih suka durian lokal di sini daripada durian monthong.

Minggu, 21 Agustus 2011

Kreatifnya anak anak desa

Hari itu Puskesmas sedang sepi pengunjung. Maklum bulan puasa, kalau siang hari biasanya warga malas keluar rumah beraktivitas. Sambil bosan2 baca buku dalam kamar periksa puskesmas, suara anak-anak desa yang lagi main di belakang puskesmas menarik perhatianku. halaman belakang puskesmas menghadap langsung ke pantai berpasir putih yang sering dipakai anaka-anak desa untuk bermain.

 

Kulihat sekelompok anak desa sedang bermain sepakbola mini. Mainannya buatan sendiri dengan menggunakan  pasir, ranting pohon dan buah ketapang, bahan-bahan yang mudah didapat dari pantai. Dibuatlah miniatur  lapangan bola, dan mereka saling bergantian menjentikan bola ke arah gawang musuhnya. Anak-anak desa memang kreatif, mereka untuk bermain dan bersenang-senang tidak butuh ke mall, tidak butuh playstation, tidak butuh internet. Cukup dengan kreatifitas sudah bisa membuat mainan sendiri. Berikut video liputan anak-anak desa siri sori islam yang sedang bermain sepakbola mini.

 

Creative_Fottball.wmv Watch on Posterous
 

Selasa, 26 Juli 2011

On My Way To Pustu Pia

This video was taken several months ago while i`m on my way to Pustu Pia, Saparua. The village relatively small. enjoy the view of the locals here.

VID_00002-20110317-0927.3gp Watch on Posterous
VID_00003-20110317-1217.3gp Watch on Posterous

Selasa, 14 Juni 2011

Ppds BK

Bagi teman-teman yg berminat ambil PPDS,bisa ambil melalui jalur PPDS-BK (Berbasis Kompetensi),yg dibeasiswai oleh Kementerian Kesehatan RI.Setiap tahun ada 2x pembukaan utk pemberkasan melalui Dinas2 Provinsi di seluruh Indonesia.Di Maluku,tgl 22 Mei kmrn adalah penutupan pemberkasan pertama utk tahun ini.Bagi teman2 ygg berminat mengajukan melalui Prov.Maluku,bisa menghubungi Ibu Oke di Dinkes Provinsi di Ambon (hp: 081343227466)

Persyaratan PPDS-BK:
1.Surat Permohonan yg ditujukan kpd Sekjen Kementerian Kesehatan RI up Biro Kepegawaian melalui Dinkes Provinsi masing2,di-ttd di atas meterai 6000
2.Surat pernyataan bermeterai bersedia ditempatkan di seluruh Indonesia setelah menyelesaikan pendidikan sesuai ketentuan Kemkes
3.Daftar Riwayat Hidup
4.Fotokopi Ijazah S.Ked dan Profesi (dokter) terlegalisir
5.Fotokopi transkrip nilai S.Ked dan Profesi terlegalisir
6.Fotokopi dari fotokopi STR yg dilegalisir
7.Surat Pernyataan dari IDI yg menyatakan bahwa ybs tidak pernah malpraktik
8.Surat Rekomendasi IDI bagi ybs utk mengikuti PPDS-BK
9.Bagi yg tidak bekerja di RS pemerintah (PNS & non-PNS),melampirkan surat rekomendasi dari Direktur RSUD setempat,dgn ttd Kadinkes setempat sbg yg mengetahui, bahwa ybs akan didayagunakan di RSUD tsb stlh menyelesaikan pendidikan
10.Bagi non-PNS,melampirkan surat rekomendasi dari Kepala Daerah setempat (Bupati/Walikota/Gubernur-salah satunya) yg menyatakan bahwa ybs akan diupayakn mjd PNS di daerah tsb stlh menyelesaikan pendidikan
11.Bagi pasca-PTT,melampirkan Surat Selesai Masa Bakti (SMB),bagi yg sdg PTT(boleh ikut),melampirkan SK PTT pertama dan terakhir
12.Surat Keterangan Sehat dari dokter instansi pemerintah (bg sebagian univ,wajib jg melampirkan surat keterangan bebas buta warna dan bebas NAPZA)
13.Sebagian univ mensyaratkan SKCK (surat keterangan catatan kepolisian)
14.Bagi PNS,melampirkan Fotokopi SK CPNS,Fotokopi SK PNS,fotokopi SK Kenaikan pangkat terakhir,Fotokopi DP3 terakhir,Fotokopi kartu pegawai
15.Foto berwarna 4x6
16.Meterai tempel Rp 6.000

Semua item dibuat jadi rangkap 5,diserahkan ke Dinkes Provinsi masing-masing pada waktu tanggal pemberkasan oleh Tim dari Kementerian Kesehatan di ibukota Prov masing2.

Intinya,PPDS-BK mulai periode VI (terakhir ud periode VII),semuanya akan menjd PNS.Memang ada ikatan kontrak dgn daerah yg memberangkatkan,mis: Maluku dan Papua selama periode n (lama pendidikan),Sumatera 2n,dll,tp intinya statusnya tetap PNS.Beda dgn periode 1-5 yg masih sistem kontrak.Utk mereka yg periode 1-5,Kemkes masih merapatkan status mereka pasca-pendidikan.Tp utk periode 6 dan seterusnya,statusnya tetap akan jd PNS pasca-pendidikan,sesuai surat rekomendasi poin no.10 di atas

Selasa, 24 Mei 2011

Simposium & Workshop Trauma

Symsposium & Workshop "Updating Skills and Knowledge in Management of Emergency Trauma". Waktu : 11-12 Juni 2011 Tempat : Eka Hosp BSD Func Hall.
CBD Lot IX BSD City

Symposium :
Penatalaksanaan Trauma Abdomen
Penatalaksanaan Trauma Toraks dan Vaskular
Penatalaksanaan Trauma Muskoskeletal
Penatalaksanaan Trauma Kepala dan Spinal
Perkembangan Terkini Dalam Penatalaksanaan Trauma Bedah Saraf (pembicara dr Setyowidi N SpBS (K)
Minimally Invasive Surgery in Management of Emergency Trauma (pembicara dr. HM Jisdan Bambang SpB)

Workshop :
Pemutaran video dan Live Demo
Diskusi Kelompok
Skill Station
(Intubasi, akses CVC, Casting, Splinting Bandaging)
Intepretasi Radiology
ABCD system

Total 16 SKP Registrasi
Symposium 150rb Workshop 500rb.
Tempat terbatas untuk workshop hanya 50 peserta
Pembayaran an PT Pelita Reliance Int. Hospital. no rek 128-000-7888-339.
Bank Mandiri cab BSD Serpong

Reservasi :
Pendaftaran paling lambat 8 Juni 2011

Info lebih lanjut
Customer Care 25655555 dr Putri 08121816368

Selasa, 10 Mei 2011

Jumat, 01 April 2011

Kesimpulan Seminar Milis Sehat

Puji syukur kami panjatkan atas berkah dan rahmat-Nya sehingga seminar online dalam rangka memperingati sewindu berdirinya Milis Sehat,

sehat@yahoogroups.com, dengan tema “Pasien cerdas, pengobatanpun rasional”  Sabtu, 26 Maret 2011, dapat terlaksana dengan lancar.

Berikut kami sampaikan rangkuman hasil seminar :

NARASUMBER:

1.  dr. Purnamawati S Pujiarto SpA(K), MMPed  (PSP)

    Pendiri & Pembina Milis Sehat

2.  Prof. dr. Iwan Dwi Prahasto, M. Med.Sc., Ph.D  (IDP)

    Guru Besar Farmakologi, Fakultas Kedokteran Universitas Gajah Mada

3.  Irwan Julianto, MPH  (IJ)

    Wartawan Senior Kompas

Hadir sebagai narasumber tamu (honored participants)

4.     Ee Lyn Tan,

Wartawan Thomson Reuters, Hongkong

(Asia Health Correspondent at Thomson Reuters)

Jumlah peserta :450 orang

Materi yang disampaikan beserta point-point diskusi yang dibahas adalah sebagai berikut:

 A . PERAN MASYARAKAT DALAM MEWUJUDKAN LAYANAN KESEHATAN YANG TERBAIKMenjadi pasien yg cerdas sudah tidak bisa ditawar-tawar lagi, perlu effort yang lebih besar dari masyarakat sebagai konsumen kesehatan untuk meningkatkan pemahaman dan knowledge tentang kesehatan dengan tujuan agar bisa mendapat pelayanan medis yg cost effective, mempunyai good outcome dan less of side effect.

Beberapa  point yg perlu dipahami antara lain :

    Hak dan kewajiban konsumen

    Indikasi perlu tidaknya konsul ke dokter

    Komponen kunjungan ke dokter ( anamnesis, pemeriksaan fisik, pemeriksaan penunjang )

Inti dari RUM adalah 5T  ==> Tepat ( Klinis, Dosis, Jangka waktu, Informasi, Harga ).

Obat = substance + informasi

Pahami dengar benar perihal obat ( kandungan, indikasi efek samping, kontra indikasi, dosis & cara pakai ). Berhati-hati dalam pemakaian antibiotik untuk menghindari resistensi. Gunakan antibiotik hanya jika terbukti ada infeksi Bakteri. Hindari pemakain obat 'Puyer' karena tidak memenuhi Good Manufaturing Practice dan Good Prescribing Practice. Pelajari perlu tidaknya pemberian obat OTC  dalam beberapa penyakit common problem pada anak-anak. Kapan perlu obat injeksi ? Hindari jika masih bisa diberikan secara oral.

Contoh-contoh IRUD yang perlu dihindari :

    Polifarmasi

    Pemakaian AB yg tidak tepat

    Pemberian steroid yang berlebihan

    Tingginya tingkat pemakaian obat non generik

    Tingginya tingkat pemakaian obat injeksi

    Tingginya tingkat pemakaian “obat” off abel use

Penuhi peran konsumen sebagai COMPLAINANTS, PARTICIPANTS,RECIPIENTS OF INFORMATION

Jadilah konsumen yang bijak dan cerdas. Ciptakan komunikasi yg lancar dengan tenaga kesehatan ==>  Bertanyalah !

Pahami tentang pencatatan rekam medis, informed consent dan informed refusal

Point – point diskusi :1. Kenapa Polifarmasi terus terjadi ?

Keputusan meresepkan obat (oleh dokter) dipengaruhi banyak hal: Pendidikan, Regulasi,   

Budaya,Sosial ekonomi. Perlu interaksi yg lebih intensif antara dokter dengan masyarakat agar dapat memahami  keinginan konsumen

2. Masih banyak dokter yg meresepkan AB dalam kasus ISPA

Karena jelas penyebabnya virus, tidak perlu AB. Kebanyakan dokter memberi alasan untuk menghindari infeksi sekunder atau komplikasi lain. Perlu kita pelajari apa makna infeksi sekunder ( baca CDC  : secondary infection &  Opportunistic infection )  sehingga bisa membantu dokter untuk merumuskan diagnosa yg lebih tepat.

3. Beberapa cara yg bisa dilakukan masyarakat untuk berperan aktif untuk  memperbaiki pelayanan kesehatan :

    Belajar, update ilmu sebanyak-banyaknya

    Speak up, together ! Tentunya dengan cara yg manis agar suara kita didengar dan dipahami.

    Jadilah duta RUM, dimulai dari lingkungan terdekat kita

    Jangan panik dengan kesulitan, “ It's not easy to be a smart patient.”

4. Konon puyer merupakan tinggalan Belanda, padahal kita sudah berpuluh tahun merdeka, tentu ilmu pengetahuan sudah meningkat. Puyer tidak memenuhi kaidah EBM dan dari sudut RUM, puyer merupakan pintu gerbang terjadinya polifarmasi.

B. Kontroversi Puyer dan Polifarmasi  & Sulitnya Meregulasi "Obat Latah"Masih jamak terjadi bahwa pasien memasrahkan pilihan dan nasibnya  pada ujung pena dokter dilain pihak otoritas ini  kerap disalah gunakan yang menimbulkan  pengobatan irrasional dan merugikan konsumen. Kontrak-mengontrak industri farmasi dan dokter menyebabkan polifarmasi semakin meluas.

Menurut Prof Dr Rianto Setiabudy  puyer dan polifarmasi adalah dua hal yang secara substansial berbeda. Selama masih ada kebiasaan memberikan obat berupa puyer, maka itu menjadi persembunyian yang aman bagi polifarmasi yang tidak rasional.

Harga obat di Indonesia masih terbilang tinggi, bahkan termahal  dibandingkan dengan negara lain.Ini tak lain karena industri farmasi di Indonesia masih tetap terjangkit ”penyakit” mencari rente (rent seeking), mencari keuntungan sebesar-besarnya yang telah berlangsung sejak era Orde Baru

 Harga 'obat latah ' mahal karena industri farmasi swasta nasional Indonesia lebih agresif ”mengontrak” para dokter dibanding industri farmasi asing padahal harga bahan bakunya sangat murah.

Obat resep (ethical drugs) adalah satu-satunya komoditas di dunia yang tidak memberikan kebebasan kepada konsumen/ pasien untuk memilih sendiri. Menjadi pasien cerdas adalah sangat penting untuk mengimbangi ' kekuasaan absolut' dokter dalam penentuan pemilihan obat agar tercapai tujuan cost effective.

Point – point diskusi :1. Posisi media sebagai watch dog untuk mengingatkan &  mendidik masyarakat agar menjadi konsumen yang cerdas. Selama konsumen masih membayar jasa dokter dan membeli obat dengan

merogoh kantong sendiri (fee for service), maka praktik "industrio-medical complex" akan terus berlangsung. Kita tidak bisa membebankan media untuk melakukan segala perubahan, kuncinya adalah masyarakat sendiri harus menjadikan suatu isu sebagai diskursus dan debat publik. Media hanyalah amplifier.

2. Media merupakan agen penting perubahan. Untuk melakukan kebijakan publik perlu dilakukan secara simultan dengan advokasi masyarakat, advokasi media, advokasi pemerintah, advokasi parlemen, advokasi litigasi. Issue kesehatan yg selama ini dipandang kurang 'seksi'  perlu dikemas ulang dengan frame dan makna yg lebih menarik bagi masyarakat.

3. RUM bisa dikampanyekan dengan Iklan Layanan Masyarakat dengan kemasan yg lebih menarik minat penonton, mengajak untuk terlibat. ILM yg baik harus  melewati 6 tahap, mulai dari menyiapkan data dasar, praproduksi, FGD, produksi, penyiaran hingga feedback dan revisi.

Peran social media akan memperbesar peluang untuk melakukan perubahan.Namun kita perlu berhati-hati karena saat banjir informasi, terjadi apa yang disebut "paradox of plenty", kita harus tetap kritis dan jeli terhadap info yang kita terima.

4. Dalam 3 dasawarsa terakhir, hampir tidak terjadi perubahan signifikan terhadap dalam peresepan obat di Indonesia, termasuk regulasi dari Kementerian Kesehatan/Depkes dan PB IDI. Mungkin pemerintah perlu mencontoh Filipina pada masa Presiden Cory Aquino yang tahun1988 mengeluarkan Generic Act.

C.Penggunaan obat yang tidak rasional dan implikasinya dalam sistem pelayanan kesehatan

Obat merupakan kebutuhan esensial manusia dan harus tersedia secara aman dalam jumlah dan jenis yg cukup. Jumlah obat di Indonesia mencapai 16 ribu jenis menimbulkan kebingungan  bagi praktisi medis untuk memilih yang benar-benar terbukti secara ilmiah dan medik bisa memberi efek terapetik yg bermakna secara  klinik dan statistik.

70% produk industri farmasi di seluruh dunia termasuk dalam kategori non esensial dan duplikatif. Sebagian besar masih dalam tahap eksperimental  sehingga efek terapetiknya belum jelas tapi sudah beredar dimasyarakat. Menurut klasifikasi Barrals, obat jenis ini mencapai 56% di dunia.

Belum tersedia informasi yang netral mengenai obat sering menyebabkan misleading.

Tingginya harga obat karena diserahkan ke mekanisme pasar telah mendiskriminasi sosioekonomi masyarakat. Pada situasi ini obat kehilangan rohnya sebagai bagian dari hak individu untuk dapat sembuh dari penyakit atau memperpanjang usia  karena  kendala ekonomi.

Terjadi variasi harga yang sangat lebar antar obat yang sejenis. Laju kecepatan pengembangan antibiotika, di satu sisi memang bermanfaat untuk mengatasi masalah resistensi terhadap antibiotika pendahulunya. Namun di sisi lain percepatan ini ternyata juga menjadi bencana bagi upaya penanganan penyakit infeksi.Bentuk ketidakrasionalan penggunaan antibiotika yang mengurangi ' efficacy ' : Tidak  tepat jenis,  dosis dan jangkan waktu pemberian.

Yang perlu dilakukan dalam peresepan  agar terhindar dari IRUM :

    Melakukan seleksi obat ( pilih yg efek terapetiknya > efek samping , buat daftar yang ringkas, obat baru harus lebih baik, obat kombinasi harus tepat, pertimbangkan dampak administatif & biaya, info efek samping, utamakan generik )

    Obat generik vs. brand name : keduanya mempunyai mutu yang sama karena sama-sama melalui  proses 'good manufacturing product'

    Bentuk sediaan yang beragam : berikan obat sesuai bentuk sediaan yg tepat

Salah satu tahap penting dalam proses pengobatan adalah seleksi obat. Seorang praktisi medik harus menetapkan jenis obat yang benar-benar diperlukan bagi pasien. Obat yang diresepkan haruslah yang paling efikasius dan aman bagi pasien dari medical error. Setiap praktisi medik perlu selalu meng-update keilmuannya agar setiap tindakan medik yang dilakukannya dapat dipertanggungjawabkan secara benar dan didasarkan pada bukti-bukti ilmiah yang terkini dan valid.

Point – point diskusi :1.Sampai saat ini tidak ada regulasi mengenai peresepan. Peresepan obat adalah bagian dari kompetensi dan otoritas dokter. Pendidikan tentang menulis resep yang baik dan rasional memang diajarkan di FK. Namun pada prakteknya banyak pola peresepan yg menyimpang.Hingga saat ini tidak atau belum ada kewajiban untuk melakukan audit peresepan, apalagi hampir 70% masyarakat masih membayar obat dari kantongnya sendiri (out of pocket). Yang bisa mengatur itu nanti adalah sistem pembiayaan pelayanan kesehatan (managed care) atau sistem asuransi, karena dokter hanya akan boleh meresepkan obat-obat yang ada dalam daftar mereka . Kita  tidak perlu MEMERANGI praktek  "Industri-Medical-Complex", tapi  menjadikan mereka partner yang bisa diajak berdiskusi  untuk mengubah cara-cara yang tidak terpuji  dan menyesatkan tersebut.

2.Obat dianggap sebagai public goods, sehingga tidak ada pembatasan di dalam memperdagangkan. Yang bisa dilakukan pemerintah dalam hal ini Badan POM dengan KOMNAS Penilai Obat Jadi adalah menscreening obat-obat berdasarkan bukti ilmiah yang sahih, terkini, dan dapat dipercaya berdasarkan prinsip-prinsip Evidence-based medicine

3.Gunakan antibiotika jika memang benar-benar terbukti ada infeksi oleh bakteri tertentu. Hindari penggunaan antibiotika untuk batuk pilek. Jika terjadi infeksi oleh bakteri yang resisten  bisa diganti antibiotik lain yang masih sensitif berdasarkan hasil pemeriksaan mikrobiologi. Menjarangkan penggunaan antibiotika akan meminimalkan risiko berkembangnya bakteri yang resisten. Pasien rawat inap di rumah sakit  lebih dari 2 hari lebih berisiko untuk mengalami infeksi yang disebabkan oleh bakteri yang resisten terhadap antibiotik

 

4. Obat yang diserahkan kepada pasien harus ada labelnya. Ini wajib secara hukum, dan pasien harus mengetahui komposisinya. Adalah menjadi hak pasien untuk meminta penjelasan mengenai kandungan dan komponen obat yang diberikan.

Pasien BERHAK 100% untuk minta copy resep atas setiap obat yang diterima dari dokter, itu bagian dari PRINSIP PRINSIP PATIENT SAFETY

Regulasi yang ada hanya soal pelabelan obat jadi, tetapi belum ada regulasi tentang pelabelan obat campuran yang diresepkan dokter.

5. . Leaflet atau package insert adalah HAK PASIEN. kalau ada apotek yang tidak menyerahkan ke pasien, itu dianggap PENCURIAN dan MENYEMBUNYIKAN Hak pasien  ==> Pasien harus meminta.

6.Tidak ada bukti ilmiah yang meyakinkan bahwa suplemen mampu memperbaiki status kesehatan seseorang, karena tidak ada uji kliniknya .

7. Ada sekitar 4000 lebih obat yang saat ini masih beredar, tetapi tanpa disertai bukti ilmiah. Contohnya adalah obat batuk, obat untuk common cold, obat tetes mata campuran, obat lambung dsb.

8. Tidak ada informasi yang rahasia/patut dirahasiakan berkaitan dengan obat yang kita minum atau gunakan. karena semua informasi itu juga tersedia di Buku IONI (Informatorium Obat Nasional Indonesia), MIMS, ISO

D. Beberapa point – point diskusi hal yang terkait dengan peran media massa (pers) dalam mencerdaskan pasien (konsumen kesehatan)

1. Peran media dalam mengimbangi kuatnya pengaruh PR (public relation) dari pihak industri farmasi dalam mempromosikan suatu produk baru (dalam hal ini obat), agar dapat tetap independent dalam menyampaikan berita kepada masyarakat adalah suatu hal yang harus menjadi perhatian serius. Untuk itu kalangan jurnalis pun harus meng-update terus perkembangan inovasi pengobatan (farmakoterapi) dan menelusuri apakah produk baru tersebut:

a. dapat diterima dan beredar & dipakai oleh praktisi kedokteran spesialis, dan

b. telah dievaluasi/direview dalam jurnal kedokteran yang terkait yang menjamin bahwa isi berita yang akan disampaikan benar-benar dapat dipertanggungjawabkan.

Dengan kedua syarat itulah, seorang jurnalis dapat memiliki dasar yang kuat dalam mengkritisi informasi apa yg disampaikan oelh pihak PR dari industri farmasi.

2. Peran Reuters dalam mencerdaskan konsumen kesehatan agar pola pengobatan makin rasional yaitu dengan memberikan informasi yang akurat, berimbang, dan telah diteliti sebelumnya atas sebuah informasi yang akan disampaikan. Selanjutnya, biarkan pembaca yang menilai.

3. Seberapa baik peran media dalam mengawasi berjalannya suatu prosedur/ketentuan peresepan yang baik di sebuah negara maju? Apakah permasalahan di bidang kesehatan meupakan topic yang hangat dibicarakan di Negara maju?

Media konvensional dan internet telah merubah wajah dunia akan perlunya kepedulian permasalahan kesehatan. Dibandingkan dengan Indonesia, Cina, negara berkekuatan raksasa ekonomi baru sangat peduli akan permasalahan ini, hal ini terkait dengan kenaikan tajam pengeluaran bidang kesehatan rakyatnya.

4. Pengalaman media dalam hal ini Reuters dalam meliput pemberitaan masalah Resisensi Antibiotika, adalah bahwa baik di Negara maju maupun berkembang sama-sama mengalami permasalahan yang serupa terkait resistensi antibiotika. Dan benar bahwa terlalu sedikit orang yang peduli akan masalah besar ini. Namun dibeberapa negara, Hongkong, misalnya, telah cukup baik dalam mengantisipasi permasalahan dimasa mendatang dengan cara melakukan audit peresepan di rumah-rumah sakit pemerintah. Farmasis/apoteker dapat mempertanyakan apabila suatu antibiotik diresepkan secara salah dan tidak perlu. Tetapi ada hal yang perlu diingat, bahwa sekedar membuat peraturan adalahi tidak cukup, yang diperlukan adalah peraturan yang disertai adanya usaha penegakkan hukum dan peraturan yang dibuat tersebut (enforcement).

Jakarta,  28 Maret 2011

Moderators

Samsul-M.Hafiizh-Ghozan

Kunjungi kami di (Visit us at):

Official Web :

http://milissehat.web.id/FB           :

http://www.facebook.com/pages/Milissehat/131922690207238Twitter     :

http://twitter.com/milissehat/Mailing List :

http://groups.yahoo.com/group/sehat/join
Salam Sehat
dr.Handry
tweet : @h4ndry
blog http://dokhan.posterous.com